Pengalaman Yang Sangat Mengecewakan di Kolam Renang Splash Swimming Pool & Gym (SSPG) Perumahan Taman Semanan



Jakarta, -rakyatkunews.com Mengisi hari libur dengan berenang di Splash Swimming Pool & Gym (SSPG) Perumahan Taman Semanan Indah (TSI) Jakarta Barat telah berujung sedih dialami oleh DN (Wanita), YY (Wanita) dan AR (Pria). Dua tas berisi barang berharga miliknya telah hilang dicuri pada Kamis (8/02/2024).

Menurut keterangan DN (korban) pencurian,  saat itu dia bersama dua orang temannya mengunjungi SSPG pada pukul 13.00 WIB, "Saya datang, terus langsung ke kasir yang rencananya akan menitipkan barang di loker. Kemudian saya menanyakan kepada orang yang duduk di dekat loker yang saya pikir penjaganya, dari keterangan orang tersebut lokernya tidak bisa dibuka" jelasnya kepada awak media.

Lebih lanjut, DN mengatakan atas keterangan dari orang berada dekat loker itu, akhirnya ia bersama YY dan AR langsung menuju kolam untuk berenang. 

"Kita langsung menuju kolam renang dan berenang, sementara tas saya simpan di atas meja. Sekitar 1 jam kita berenang, kemudian mau minum saya kaget tiba-tiba goodie bag (berisi makanan, minuman dan pakaian) berada di bawah pohon, tidak jauh dari meja tempat tas disimpan" kata DN.

DN baru menyadari tas miliknya dan AR sudah tidak ada sekitar pukul 15.00 WIB. Menurut keterangannya kepada awak media, Kamis (08/02) bahwa isi dalam tas slempang cokelat diantaranya I Phone, STNK, Dompet berisi uang 500 ribu, Kartu ATM, SIM, Gelang Emas 24 karat senilai 2 Gram, KTP dan Kerudung. Kemudian tas slempang hitam AR diantarnya uang senilai 120 ribu, SIM A, SIM B, STNK dan Kunci Motor.

Lantas, DN bersama YY dan AR melaporkan ke petugas keamanan SSPG, "Saya coba tanya ke petugas security, namun jawabannya tidak mengenakan dan tidak bersahabat dengan mengatakan ini bukan kesalahan petugas security, setelah dicek di cctv nya gak terlihat dan tidak jelas gambarnya" cetus DN.

Atas aksi pencurian yang terjadi di SSPG, DN mengungkapkan kekecewaannya. Menurutnya, tidak hanya kehilangan barang berharganya, ia juga kehilangan data penting yang ada dalam isi handphonenya. Selain itu, setelah melakukan pengaduan merasa tidak diindahkan oleh petugas keamanan.

"Saya sebagai pengunjung sangat kecewa dengan kolam renang ini yang tidak ketat dalam pengawasan, dan saya sangat kepikiran karena di hp saya banyak data data penting. Selain saya kerugian barang benda saya yang hilang, saya juga merasa sakit hati ya..., karena bukannya malah memperbaiki tapi justru malah menyalahkan pihak saya, dengan mengatakan kayak mbaknya kali yang kurang teliti atau kenapa nggak di tempat loker, padahal kan kita sebelumnya juga sudah bilang kalau kita udah nanya ke loker. Dan orang di depan loker itu ternyata kita enggak tahu ya itu siapa" keluhnya.

Sementara, WW selaku (Manager Operasional) mengatakan bahwa luasnya area kolam renang di SSPG tidak semua dapat terpantau.

"Yang pasti kita sudah menyiapkan tempat untuk umum dan tidak semua area dapat terpantau, karena area luas sekitar satu hektar dan cuma ada dua petugas keamanan" jelasnya.

Selanjutnya, WW menerangkan bila tas pengunjung hilangnya di loker akan dipertimbangkan. Namun menurutnya, kehilangan tersebut terjadi di area yang memang harus dijaga sendiri oleh pengunjung.

"Sudah saya sampaikan tadi, jika terdapat kehilangannya di tempat yang memang sudah kita siapkan (loker), mungkin itu akan menjadi pertimbangan kami, tapi ini ada di area-area yang memang harusnya dijaga sendiri oleh pengunjungnya. Banyak pemberitahuan hati-hati barang bawaan, seharusnya menjadi perhatian dari kita sendiri sebagai pengunjung dan sebagai pemilik barang harus lebih hati-hati" kata WW.

"Untuk perlindungan konsumen, fasilitas kami  untuk pengunjung yang mengalami luka atau cedera itu tanggung jawab kami. Tapi kalau untuk kehilangan, itu memang seharusnya menjadi tanggung jawab kita masing-masing untuk pribadi kita masing-masing, lain halnya misalkan dengan parkiran yang masuknya dengan barcode seperti motor, itu akan ada penggantian karena ada asuransinya. Kalau masuk ke kolamnya itu yang diasuransikan orangnya bukan barang-barang yang di bawa ini itu" sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, WW mengatakan bahwa pengamanan untuk security melakukan kontrol atau pengawasan secara mobile per 15 menit.

"Kita mobile kok, kita mobile per 15 menit per 30 menit, kita mobile. Jadi kita tidak bisa mengontrol atau mengawasi selama pengunjung itu ada di tempat tersebut atau barang barang itu selalu ada di situ. Kan tidak bisa karena security kita jumlahnya tidak sama lebih banyak pengunjungnya, ada juga beberapa petugas dibantu operasional manajer" katanya.

Dengan adanya kejadian tersebut, para korban merasa terpukul, dan meminta kepada pengelola kolam renang untuk menyelidiki pelaku pencurian di lokasi kejadian, "Karena hak perlindungan keamanan tidak boleh diabaikan, dan ini akan membuat pengunjung lain enggan untuk datang" tutup DN.

(Red)
Diberdayakan oleh Blogger.